NEWS UJUNG BULU– SMKN 1 Bulukumba terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi melalui pelaksanaan Pemantauan Umum Praktek Kerja Lapangan (PKL) Angkatan 59 Tahun Pelajaran 2025–2026. Kegiatan ini berlangsung pada pertengahan September 2025 dan menyasar sejumlah lokasi penempatan siswa di wilayah Makassar dan sekitarnya.
Program PKL sendiri telah dimulai sejak 1 Juli hingga 30 Oktober 2025, dengan total durasi empat bulan. Selama hampir tiga bulan terakhir, siswa-siswi kelas XII dari delapan program studi keahlian telah ditempatkan di berbagai Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), instansi pemerintah, maupun BUMN yang menjadi mitra kerja sekolah.
Tidak hanya di Bulukumba, para siswa juga tersebar hingga ke berbagai daerah, mulai dari Makassar, Selayar, Kendari, Morowali, hingga Pati, Jawa Tengah. Hal ini sekaligus menjadi bukti luasnya jaringan kerja sama yang telah dibangun oleh SMKN 1 Bulukumba dengan berbagai mitra strategis.
Kunjungan Tim Pokja PKL
Dalam kegiatan pemantauan umum di Makassar, hadir langsung Tim Pokja PKL SMKN 1 Bulukumba yang terdiri atas:
-
Kepala Sekolah, Andi Hamran, SP, MP
-
Ketua Pokja, Hj. Hasrah, SPd, MM
-
Wakasek HubinMas, Sukma Intang, S.Kom, MM
-
Wakasek Kurikulum, Muh. Ridhatullah, SSTPi, MM
-
Ketua Prodi TKJ, Hj. Nirmawati, S.Kom, M.Pd
Selama beberapa hari, tim melakukan kunjungan ke sejumlah mitra DUDI, antara lain Honda Remaja Jaya Makassar, DFSK Motor Indonesia Makassar, Kabengrah XIV Makassar, Bengkel Putra Jaya Gowa, BBPMP Makassar, Fakultas Psikologi UNM Makassar, Aksara Tekno Edukasi TKJ Club Makassar, Iconnet PLN Group Makassar, hingga Lottemart Makassar.
Kunjungan tersebut mendapat sambutan positif dari para mitra industri. Para pembimbing lapangan menilai siswa-siswi SMKN 1 Bulukumba mampu menunjukkan sikap profesional, disiplin, serta keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Apresiasi Kepala Sekolah
Kepala SMKN 1 Bulukumba, Andi Hamran, SP, MP, menyampaikan apresiasi atas capaian siswa maupun dukungan mitra DUDI.

Baca Juga: Dosen FT UNM Hadirkan Irigasi Tenaga Surya untuk Petani Desa Salassae
“Alhamdulillah, pemantauan kali ini menunjukkan bahwa anak-anak kita mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja nyata. Harapan saya, pengalaman ini bisa menjadi bekal berharga bagi mereka setelah lulus, baik untuk melanjutkan pendidikan maupun masuk ke dunia kerja,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan program PKL tidak lepas dari sinergi kuat antara sekolah dengan dunia industri.
“Kami berharap hubungan silaturahmi dan kolaborasi ini semakin kuat, sehingga capaian kurikulum PKL bisa terus sinkron dengan kebutuhan industri. Dengan begitu, pendidikan vokasi benar-benar menghasilkan lulusan yang siap pakai dan berdaya saing,” tambahnya.
Menyelaraskan Kurikulum dengan Dunia Industri
Kegiatan pemantauan umum ini bukan sekadar ajang kunjungan, tetapi juga menjadi sarana untuk:
-
Memantau perkembangan siswa selama menjalani PKL.
-
Menilai kesesuaian capaian kompetensi dengan kebutuhan industri.
-
Mendorong kolaborasi efektif antara sekolah dan mitra kerja.
-
Mempererat silaturahmi dengan berbagai pihak yang berperan mendukung pendidikan vokasi.
Dengan adanya laporan kinerja siswa, pihak sekolah dapat melakukan evaluasi menyeluruh, sehingga kurikulum kejuruan yang diterapkan di SMKN 1 Bulukumba senantiasa relevan dengan perkembangan dunia industri yang dinamis.



