NEWS UJUNG BULU– Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Bulukumba kembali mengalami peningkatan signifikan sepanjang Januari hingga Agustus 2025. Dinas Kesehatan Bulukumba mencatat, bukan hanya kelompok dewasa dengan perilaku berisiko yang mengalami penambahan, tetapi juga terdapat empat kasus pada anak-anak. Fakta ini menimbulkan keprihatinan sekaligus dorongan untuk memperkuat upaya pencegahan.
Kepala Dinas Kesehatan Bulukumba, dr. Amrullah, mengungkapkan bahwa tren kasus HIV/AIDS di daerahnya belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. “Jika dicermati data perkembangan, ada peningkatan jumlah kasus sementara Januari–Agustus,” jelasnya.
Peningkatan Kasus di Berbagai Kelompok
Data Dinas Kesehatan Bulukumba menyebutkan, kelompok Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL) masih mendominasi jumlah kasus. Hingga Agustus 2025, terdapat 123 kasus, meningkat delapan kasus dari catatan sebelumnya.
Kelompok wanita pekerja seks (WPS) juga mengalami lonjakan tajam. Jika sebelumnya tercatat 29 kasus, kini jumlahnya melonjak menjadi 61 kasus setelah ada tambahan 32 kasus baru pada Juli–Agustus. Sementara itu, pelanggan WPS tercatat 48 kasus, waria 14 kasus, pengguna narkoba suntik (penasun) 8 kasus, serta HIV risiko tinggi (risti) 18 kasus.
Yang paling memprihatinkan, terdapat empat anak yang juga ikut terpapar HIV. Hal ini menegaskan bahwa penularan HIV/AIDS tidak hanya berkaitan dengan perilaku seksual berisiko, tetapi juga bisa menyentuh kelompok rentan lain, termasuk anak-anak.
Kolaborasi Mencegah Penularan
Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Kesehatan Bulukumba berupaya memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, mulai dari elemen masyarakat, lembaga pemerintah, hingga organisasi sosial. Salah satu langkah konkret adalah melalui kegiatan edukasi pencegahan HIV/AIDS, Infeksi Menular Seksual (IMS), dan isu LGBT yang digelar Bhayangkari Polres Bulukumba bekerja sama dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Bulukumba.

Baca Juga: BKPSDM Bulukumba Ajukan Perpanjangan Waktu Pengisian DRH PPPK Paruh Waktu
Edukasi Keluarga Jadi Kunci
Dua narasumber hadir dalam kegiatan tersebut, yakni Kepala Sekretariat KPA Bulukumba, Harni Ekayanti Ishak, SKM, serta fasilitator KPA Kabupaten Bulukumba, Ummu Aimah.
Harni menegaskan, HIV/AIDS bukan hanya masalah medis, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan moral masyarakat. Karena itu, peran keluarga menjadi kunci dalam upaya pencegahan. “Selain menjadi permasalahan medis, HIV/AIDS juga menyangkut aspek sosial dan moral. Edukasi keluarga sangat penting,” tegasnya.
Sementara itu, Ummu Aimah menekankan peran orang tua dalam mendampingi dan mengawasi generasi muda agar terhindar dari perilaku berisiko. Menurutnya, pengawasan dan komunikasi terbuka dalam keluarga dapat mencegah anak-anak terjerumus ke pergaulan bebas yang berpotensi menularkan HIV.



