, ,

Dosen FT UNM Hadirkan Irigasi Tenaga Surya untuk Petani Desa Salassae

by -926 Views

NEWS UJUNG BULU– Lahan tadah hujan kerap menjadi tantangan utama bagi petani di berbagai daerah, termasuk di Desa Salassae, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Keterbatasan sumber air membuat produktivitas pertanian tidak bisa optimal, terutama saat musim kemarau. Namun kini, harapan baru hadir lewat inovasi teknologi yang digagas oleh tim dosen dari Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar (FT UNM).

Melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) tahun 2025, tim dosen FT UNM menghadirkan solusi irigasi berbasis energi terbarukan yang ramah lingkungan: pompa irigasi tenaga surya. Program ini mengusung tema Smart Irrigation Pump Based on Solar Cell (SIaP-BoS), yang dirancang khusus untuk meningkatkan hasil pertanian pada lahan tadah hujan.

Inovasi untuk Menjawab Kebutuhan Petani

Ketua Tim Pelaksana, Ismail Aqsa, yang juga Ketua Program Studi Rekayasa Industri FT UNM, menjelaskan bahwa penerapan pompa irigasi bertenaga surya menjadi jawaban atas masalah klasik petani: biaya operasional tinggi dan ketergantungan pada sistem irigasi konvensional.

“Teknologi ini ramah lingkungan, efisien, dan berkelanjutan. Melalui sistem berbasis panel surya, petani tidak lagi terbebani oleh biaya bahan bakar untuk menggerakkan pompa air,” ujar Ismail, Jumat (19/9/2025).

Pompa tenaga surya ini memanfaatkan energi matahari untuk menyedot dan menyalurkan air ke lahan pertanian. Dengan begitu, lahan tadah hujan bisa mendapat pasokan air lebih stabil tanpa menunggu curah hujan.

Pemberdayaan Masyarakat Jadi Fokus

Program ini bukan hanya sekadar instalasi teknologi, tetapi juga menyentuh aspek pemberdayaan masyarakat. Tim dosen menggelar pelatihan bagi warga Desa Salassae tentang manajemen organisasi kelompok tani serta perawatan sistem irigasi yang telah dipasang.

“Melalui pelatihan ini, kami tidak hanya memberikan alat, tetapi juga membekali masyarakat agar mampu mengelola dan merawat sistem secara mandiri. Harapannya, produktivitas pertanian dapat meningkat secara berkelanjutan,” tambah Ismail.

Kegiatan pengabdian ini melibatkan tiga dosen FT UNM:

  • Ismail Aqsa (Ketua Tim, Prodi Rekayasa Industri)

  • Labusab (anggota, Prodi Pendidikan Vokasi Mekatronika)

  • Mohamad Iqbal Riski A Danial (anggota, Prodi Teknologi Industri Pertanian).

Program ini juga didukung pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI.

Dosen FT UNM Terapkan Teknologi Irigasi Tenaga Surya di Bulukumba | IDN Times Sulsel

Baca Juga: Verifikasi Berkas PPPK Paruh Waktu di Bulukumba Masuki Tahap Akhir

Sinergi dengan Kelompok Tani dan Pemerintah Desa

Kerja sama erat terjalin antara tim dosen pengabdi dan Kelompok Tani Desa Salassae. Para petani langsung terlibat dalam proses instalasi hingga pelatihan. Dengan begitu, mereka tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga bagian penting dari keberlangsungan teknologi ini.

Kepala Desa Salassae, Gito Sukamdani, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai teknologi irigasi tenaga surya merupakan inovasi tepat guna yang sangat dibutuhkan masyarakat.

“Kami mengapresiasi upaya FT UNM yang menghadirkan solusi nyata bagi petani. Harapan kami, program seperti ini bisa terus dikembangkan dan diterapkan secara berkelanjutan di Desa Salassae,” ungkap Gito.

BRIMO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.